TVTOGEL — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali memperkuat upaya penanganan pascabencana di Sumatra Barat dengan mengirimkan tambahan lima unit alat berat pada hari Minggu. Pelepasan keberangkatan alat berat ini dilakukan langsung oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, didampingi Kepala Polda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, di Kantor Polres Padang Pariaman.
Percepatan Penanganan di Lokasi Terdampak
“Hari ini Polri kembali memberangkatkan lima unit alat berat untuk mempercepat penanganan di berbagai lokasi terdampak bencana,” jelas Dedi Prasetyo. Dengan penambahan ini, total alat berat yang dioperasikan Polri di wilayah tersebut menjadi sebelas unit. Enam unit lainnya telah lebih dulu bekerja menangani longsor dan banjir bandang.
Alat-alat berat tersebut disebarkan ke beberapa titik krusial, terutama di Kabupaten Agam dan Padang Pariaman. Diharapkan, tambahan dukungan ini dapat semakin mengakselerasi proses pemulihan.
Pemulihan Akses Logistik dan Perekonomian
“Kehadiran alat berat diharapkan dapat mempercepat pengerjaan dan pembersihan sehingga akses untuk jalur logistik, kendaraan, dan perekonomian di lokasi bisa digerakkan,” terang Dedi lebih lanjut. Ia menegaskan komitmen Polri untuk terus mempercepat pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah utara Sumatera, khususnya Sumbar, pascabanjir.
Daerah terdampak meliputi wilayah yang cukup luas, seperti Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, serta beberapa kota dan kabupaten lain. Bencana yang dipicu intensitas hujan ekstrem ini menyebabkan banyak rumah terendam, akses jalan terputus, dan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik.
Kolaborasi dan Progres Pembangunan Jembatan Darurat
Dalam pelaksanaannya di lapangan, Polri berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, relawan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mengakselerasi pemulihan infrastruktur.
Hingga saat ini, pembangunan jembatan darurat telah menunjukkan progres yang signifikan di beberapa titik. Di Palembayan, Kabupaten Agam, pembangunan telah rampung 100 persen. Sementara di Malalak, Kabupaten Agam, progres mencapai sekitar 80 persen, dan di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, progres sekitar 75 persen.
Progres di Lokasi Lain
Untuk pembangunan jembatan di X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, saat ini masih dalam tahap persiapan material. Sebaliknya, jembatan di Sumani, Kabupaten Solok, telah selesai 100 persen dan telah dioperasionalkan secara maksimal.
Dedi juga menambahkan bahwa Jembatan Salareh Aia di Kabupaten Agam kini sudah dapat dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua, yang telah melayani sekitar 1.135 jiwa. Rencananya, jembatan ini akan ditingkatkan menjadi jembatan rangka baja modular (Bailey) agar dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.