Natal Penuh Haru di Lapas Tangerang, Wujudkan Hak Rohani Warga Binaan

Natal Penuh Haru di Lapas Tangerang, Wujudkan Hak Rohani Warga Binaan

PTSLOT — Suasana haru dan khidmat menyelimuti perayaan Natal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tangerang, Banten. Ibadah yang dihadiri oleh para warga binaan beragama Nasrani beserta sejumlah pegawai lapas ini turut dihadiri oleh Kepala Lapas, Triana Agustin, serta perwakilan dari Yayasan Trias Kasih Putih.

Momen Suka Cita dan Pemenuhan Hak

Kepala Lapas Tangerang, Triana Agustin, menegaskan bahwa perayaan Natal merupakan momen sukacita sekaligus hak kerohanian yang wajib dipenuhi bagi warga binaan selama menjalani proses pembinaan. Setiap tahun, antusiasme mereka dalam menyambut hari raya ini selalu tinggi, yang tercermin dari persiapan berbagai kegiatan.

“Wajah bahagia sangat terpancar dari mereka. Kami begitu senang bisa memberikan ruang pembinaan beragama dan merayakan sukacita Natal untuk warga binaan beragama Kristiani,” ujar Triana dalam keterangannya.

Rangkaian Kegiatan yang Bermakna

Perayaan tersebut diisi dengan beragam aktivitas yang penuh makna. Rangkaian acara meliputi persembahan pujian, penampilan tarian, permainan alat musik angklung dan kolintang, hingga drama musikal. Ibadah juga dimeriahkan dengan kesaksian, khotbah Natal yang disampaikan oleh Pendeta Robson Samosir, serta doa bersama.

Komitmen Lapas dalam Pembinaan Rohani

Triana menjelaskan, penyelenggaraan perayaan ini adalah bentuk komitmen nyata Lapas Kelas IIA Tangerang dalam menghormati dan memenuhi hak-hak kerohanian warga binaan. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mereka untuk terus memperdalam iman dan memperbaiki diri.

“Kami harap perayaan ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk terus mencintai Tuhan dan memperbaiki diri dengan lebih baik lagi,” imbuhnya.

Natal sebagai Momentum Perbaikan Diri

Di akhir pernyataannya, Triana berpesan agar warga binaan memaknai perayaan Natal sebagai momentum introspeksi dan penguatan diri. Pesan moral ini diharapkan menjadi bekal berharga, baik selama menjalani masa hukuman maupun saat nantinya kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

“Jadikan peristiwa Natal sebagai kekuatan dan tuntunan, baik selama menjalani masa pidana maupun kelak ketika kembali ke keluarga dan masyarakat,” tutup Triana.

 

olx99.id